Desa Paumali Dalam acara Adat “SEPA API”
Acara adat “tendang bola api’ di Kabupaten Nagekeo dikenal dengan nama tradisi Sepa Api. Ini adalah ritual adat sakral suku Pautola di Kecamatan Keo Tengah, sebagai ungkapan syukur atas hasil panen dan peringatan kemenangan leluhur.

Rangkaian Acara Sepa Api
Ka Todo Mbue: Acara makan bersama nasi kacang tali oleh empat kepala suku (Ana Susu) di depan rumah adat sebelum ritual tari dimulai.
Pute Wutu: Pria dan wanita menari semalam suntuk mengelilingi api unggun sambil mengenakan pakaian adat tenun ikat dan tanpa alas kaki.
Puncak Ritual (Sepa Api): Menjelang pagi, empat kepala suku menjemput api dari empat rumah suku, lalu api tersebut diinjak dan ditendang beramai-ramai hingga padam.
Makna dan Aturan Tradisi
Simbol Pengusiran: Bara api melambangkan penolakan terhadap hama, penyakit, dan hal-hal yang merugikan hasil panen, yang dibuang ke arah barat. Tradisi ini juga mengenang leluhur yang menggunakan api untuk mengusir musuh.
Aturan Adat: Terdapat pantangan ketat, seperti larangan bagi ibu hamil dan pemuda yang belum menikah untuk mengikuti ritual ini.
Penutup Acara: Setelah fajar menyingsing, ritual ditutup dengan makan bersama dan tradisi saling melempar hasil panen.